KOREA DISERBU GARA-GARA “HALLYU WAVE”


Sumber foto : Postcard

Fenomena serial oriental di Asia
Bermula dari meledaknya serial fenomenal Taiwan ” Meteor Garden” di 2002, 4 pemuda tak dikenal namun berwajah tampan dengan postur tubuh lebih dari lumayan, diramu cerita “Cinderella” yang menjadi impian hampir setiap wanita, membuat F4 terkenal seketika bak meteor di jagat raya Asia, dari anak-anak sampai dewasa dan bahkan orang tua. Wajah mereka terlihat di mana-mana, di tas sekolah, buku, dompet, mug, rambut, dan banyak lagi. Ketakjuban pada fenomena ini sampai perlu dibahas terus oleh media, dari yang hiburan sampai yang serius dan bergengsi. Demam serial oriental dilanjutkan pula oleh Korea yang tidak kalah pamornya yang disebut HALLYU WAVE.
.

Korea….. kami datang
Dalam suasana demam yang belum reda inilah, di penghujung tahun 2002 kami terbang menuju Korea dengan ikut rombongan tour. Berangkat malam hari dari Jakarta, pagi hari kami sudah tiba di Bandara Incheon International – Seoul setelah 6 jam di udara.
Bagi penggemar drama Korea, pasti sangat akrab dengan suasana bandara ini, karena hampir disetiap cerita, lokasi bandara selalu diajak syuting bersama teman-temannya seperti rumah sakit, panti jompo, taman rekreasi, ski resort, dan sungai Han. Ucapan Selamat Datang dalam berbagai bahasa terpampang di pintu kedatangan.

Setelah peserta dikumpulkan kemudian dibagi jadi dua grup. Grup kami dipimpin seorang guide, gadis Indonesia yang tinggal di Korea, dibantu seorang pria Korea yang merangkap fotographer. Bayangkan rombongan kami 43 orang, pria dan wanita, dari yang belum ber KTP sampai yang KTP seumur hidup… dan semuanya dimuat dalam satu bus yang keadaannya hanya setingkat lebih baik dari Metromini….
Dalam hati berharap, besok diganti dengan Bus Wisata yang lebih normal, siapa sangka bus ini terlalu setia untuk meninggalkan kami, malah terus menemani sampai akhir…
Itulah akibat ramainya orang yang berkunjung ke Korea, sampai bus wisata pun habis.

Seoul World Cup Stadium – Dongdaemun – Itaewon
Kami langsung dibawa menuju Seoul World Cup Stadium. Korea masih dalam euphoria World Cup 2002. Bangunannya besar dan megah, begitu pula dengan lapangan bolanya, semuanya masih baru dan bersih. Tapi yang dicari wanita bukan itu… mereka rebutan berpose dengan An Jae Won sang pahlawan sepakbola Korea yang tidak kalah tampannya, bahkan mencium sang idola walau hanya gambarnya saja. Hal ini membuat kesal petugas kebersihan, karena mereka jadi harus sering membersihkannya.
Dongdaemun adalah pusat perbelanjaan paling terkenal di Seoul mirip dengan Mangga Dua. Kiosnya kecil dan rapi serta modern. Barang yang dijualpun model terkini. Sangat fashionable. Dibuka dari pukul 10 pagi hingga 5 pagi keesokan harinya. Puasss deh….

Itaewon
Daerah perbelanjaan yang populer dikalangan bule. Lokasinya tidak jauh dari Markas Besar Tentara Amerika. Disini banyak dijual souvenier di toko maupun di kaki lima. Kami mencoba “sosis” beras bersaos merah, makan sambil berdiri di pinggir jalan… sejenak kami merasa seperti orang Korea juga .

Everland
Dengan tubuh segar karena sudah istirahat semalam, kami pun menuju ke taman bermain outdoor paling popular ini. Hari ini bertepatan dengan hari Natal, ramai sekali. Lagu Natal yang syahdu dan mars khas taman bermain menyambut pengunjung.
Kamipun bergegas ke kereta gantung yang menuju ke Snow Buster, sebuah wahana bermain salju yang hanya ada di musim dingin dan menjadi favorit. Dari kereta, kami dapat melihat keseluruhan arena. Disini, walaupun harus mengantri lama, namun ketika keluar terlihat wajah-wajah gembira penuh tawa. Kegembiraan yang diperoleh setimpal dengan perjuangan mengantrinya. Bahkan putra saya ingin mengulangnya lagi….
Bagi yang ingin jajan, dapat mampir di kios kecil yang menjual makanan dan minuman hangat. Orang-orang berdiri didekat meja tinggi sambil mulutnya mengeluarkan asap entah karena asap makanan ataupun hawa dingin, tak tahulah….

Malam hari, suami dan putra saya menyusuri sekitar hotel dan menemukan restoran yang ramai pengunjungnya, Karena lapar, maklumlah hawa dingin, mereka pun iseng-iseng makan disana. Ternyata makanannya enak….sehingga sejak itu mereka tiap malam kesana. Terbayang adegan di drama Korea, dimana orang-orang makan sup pedas sambil lesehan dan berteriak memanggil sang “ajuma” yang sibuk hilir mudik dengan celemeknya.

Korea Selatan – Desember 2002

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: