SINGAPURA, DULU DAN SEKARANG…..

SKYPARK – MARINA BAY SANDS (Postcard)

SINGAPURA atau SINGHA-PURA artinya Kota Singa dalam bahasa Sansekerta. Nama ini diberikan oleh seorang Pangeran Sriwijaya ketika berkunjung ke Temasek (kota laut) dan tiba-tiba muncul binatang yang menyerupai singa. Kala itu di abad ke 14, Temasek merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. (Sumber : Wikipedia)

Sejak masih kecil bahkan sebelum saya ada, bagi orang Sumatera, Singapura lebih populer dibandingkan Jakarta. Dari mulai makanan kemasan, pakaian, elektronik, pecah belah sampai ke pengobatan dan pendidikan, semuanya Singapura. Mungkin hal ini disebabkan oleh faktor geografis dan transportasi. Dulu ke Jakarta tidaklah semudah sekarang. Harus naik kereta api ke Lampung, disambung ferry ke Merak naik bus lagi (belum ada jalan tol) barulah sampai di Jakarta. Pesawat terbang sangat jarang, kalaupun ada sering tidak tepat waktu. Sedangkan ke Singapura cukup naik kapal laut yang selalu ada.

Banyak keluarga berada yang menyekolahkan anaknya ke Singapura dengan harapan dapat melanjutkan pendidikannya ke Inggris (masa itu Amerika belumlah sepopuler sekarang). Hingga kini pun para pejabat pemerintah, tokoh,dokter spesialis di Singapura hampir semuanya lulusan Inggris. Maklumlah mereka pernah lama dikuasai Inggris sejak ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles di abad 18 dan kemudian menjadikannya kota pelabuhan yang ramai.

Perekonomian Singapura pernah mengalami masa surut di akhir tahun ’80 an. Salah satu indikasi yang masih saya ingat adalah taksi yang mengantri memanjang di Changi Airport. Para sopir mengeluh sulitnya mendapat penumpang, karena sedikitnya tamu asing yang datang. Pusat perniagaan sepi. Hanya rumah sakit yang masih ramai dengan orang asing yang berobat dari negara tetangga, termasuk Indonesia yang memang paling banyak, mungkin juga karena populasi kita yang paling besar.
Mereka terus berbenah dan mengembangkan potensi yang ada. Karena tidak punya sumber alam, air pun harus didapat dari Malaysia, dan pasir dari Indonesia untuk perluasan wilayahnya. Satu-satunya yang ada, yah Sumber Daya Manusia. Mereka berhasil, terbukti dengan banyaknya kantor perwakilan perusahaan internasional disana yang mempekerjakan professional orang Singapura. Malah akhir-akhir ini banyak pelajar kita yang pintar dan berbakat direkrut pula untuk memperkuat SDM mereka.

Dalam dekade terakhir ini makin sering nama Singapura di sebut-sebut , kali ini sebagai tempat pelarian para tersangka korupsi. Bagaimana tidak ? Negara ini hanya sepelemparan batu dari Indonesia, bisa berangkat kapan saja tanpa visa dengan penerbangan yang ada setiap waktu. Disana tinggal di hotel mewah di Orchad Road yang adalah tempat surga belanja, tidak usah khawatir dengan soal makanan, masakan Indonesia atau Melayu mudah dijumpai disana, paling tidak di Lucky Plaza.

Dan sekarang Singapura juga mengembangkan sektor pariwisatanya dengan membuka hotel termegah dan terbesar di Asia bernama Marina Bay Sands dengan desain yang spektakular 23 Juni 2010 lalu. Selain itu ada pula Universal Studio yang dibangun bersamaan dengan Sentosa Resorts Hotel di pulau Sentosa. Semua hotel ini diperlengkapi dengan pertokoan dan restoran mewah sampai yang sederhana.

Universal Studio yang berasal dari Amerika ini terkenal dengan arena permainannya yang menarik untuk anak-anak maupun dewasa. Salah satu yang paling seru adalah Jet Coaster yang memacu adrenalin . Mereka mengaku sebagai yang tertinggi di dunia. Selain itu masih banyak lagi yang tidak kalah seru!!!. Pokoknya Singapura ingin menampilkan semua yang serba ter… dan… wah!!!
Yang paling menarik adalah bahwa di kedua tempat ini ada mainan baru yang lain : CASINO!!!…. Dan…yang ini khusus orang dewasa, harus berusia diatas 21 tahun! Identitaspun diperiksa dengan seksama. Anak muda yang baby face, disuruh pindah jalur dan paspornya diperiksa dengan alat khusus, apa takut dipalsukan ?? Saya menawarkan diri untuk diperiksa juga paspornya, tetapi mereka menolak… sambil tertawa dan geleng-geleng: “No-need…lah”. Dilihat dari Monas aja udah ketauan tuwirnya …

Marina Bay Sands dapat dilihat dengan jelas dari Esplanade, itu lho bangunan berbentuk “belahan durian tertelungkup” yang juga tempat konser musik. Saya melihat hotel ini seperti sebuah kapal atau malah papan selancar yang kandas diatas tiga pilar. Dibawahnya terdapat bangunan lain yang dipisahkan oleh jalan raya, ternyata menyatu dengan bangunan induk yang dihubungkan oleh underpass. Disini terletak pertokoan mewah dengan merek-merek terkenal yang belum pernah ada di Singapura sebelumnya, contohnya sepatu ber”merek” yang dipuja dan dipakai Sarah JP di Sex and the City. Disini juga ada sampan dengan kanalnya mirip dengan di Venetian Macau hanya bentuknya sedikit berbeda, tapi konsepnya sama… Mungkin sedang trendnya.

SKYPARK inilah yang paling unik dan menarik, si kapal atau apapun terserah imajinasi masing-masing terletak di lantai 57 atau 200 meter dari permukaan tanah. Ketika saya sampai diatas, tak terasa saya berdecak kagum, wuih…. keren… merasa seperti inilah barangkali bentuk”Hanging Garden of Babylon” yang konon termasuk tujuh keajaiban dunia purbakala yang sudah punah itu. Dilengkapi kolam renang yang luas seakan tak bertepi, orang-orang terlihat bagaikan berenang di angkasa raya dikelilingi awan… sepintas khawatir juga kalau ada yang jatuh kebumi …
Ternyata ada temboknya yang tidak diperlihatkan dan kalaupun ada yang nyemplung, paling jatuh ke lantai 56 yang lebih luas,sehingga orangnya tidak langsung meluncur ke bumi. Ada pula Jacuzzi, pepohonan dan tanaman lain, membuat suasana semakin indah permai dengan nyiur melambai disertai angin sepoi-sepoi. Dari sini kita dapat melihat dengan jelas Esplanade dan seluruh pemandangan Singapura , dilengkapi keterangan melalui brochure dan earphone. Bila cerah, Batampun terlihat….
Semua fasilitas disini dapat dinikmati tamu hotel tanpa bayar lagi, sedangkan pengunjung luar harus membeli tiket SGD 20 untuk ke Skypark ini.

Ada satu lagi yang unik, yaitu bahasanya. Karena mereka terdiri dari etnis Melayu, Cina dan India, maka resminya mereka bicara dalam bahasa Inggris. Mendengar mereka berbicara , saya kira mereka sedang berbicara bahasa Mandarin, ternyata Inggris! Itulah Singlish! Singaporean English!! Iramanya Mandarin, liriknya Inggris….. Kalau ‘gak percaya, coba dengarkan siaran TV CNBC Singapore.

SINGAPORE – JULY 2010

Iklan

3 Tanggapan to “SINGAPURA, DULU DAN SEKARANG…..”

  1. Arifia imut clclu Says:

    Oooooooooooooh begitu ceritanya

  2. Nurhayani Sormin Says:

    OHHHHHHHHH,,,,,I THINK SO!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: