Archive for November, 2010

BERTEMU SANTA CLAUS DI KUTUB UTARA

November 22, 2010

Siapa yang belum mengenal Santa Claus? Kakek berjubah merah dengan jenggot putih lebat berwajah ramah yang selalu tertawa : ho, ho, ho, ho, …. bukannya he he he he ….(kalau ini mah di FB) Beliau selalu hadir di akhir tahun yang dingin (kalau kita disini karena musim penghujan, sedangkan di tempat lain di utara sana karena musim salju)

Di hari Natal menjelang Tahun Baru, toko, mal bahkan hotel berhias diri dengan pohon Natal yang indah, menyambut kedatangan Santa Claus (bahasa Inggris) atau Sinterklas (bahasa Belanda) dengan Asistennya Piet. Anak-anak bergembira dan berharap mendapatkan hadiah dari Santa Claus, yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh orang tua mereka, karena telah menjadi anak yang baik sepanjang tahun. Sedangkan anak nakal akan dihukum oleh Piet. Ini juga semacam sarana edukasi, stick and carrot…. Dari peristiwa ini tercipta istilah “Sinterklas” bagi orang yang suka memberi hadiah walaupun bukan di hari Natal.

Sejak kecil saya hanya mengetahui bahwa Santa Claus datang dari tempat yang sangat jauh dan sangat dingin nun di Kutub Utara…. negeri antah berantah. Mengendarai kereta kencana yang berisi banyak hadiah , meluncur dari angkasa ditarik oleh Rudolf si rusa kutub berhidung merah. Itulah gambaran tentang Santa Claus, yang bisa kita lihat di Post card maupun dekorasi Natal. Sampai suatu sa’at saya mengetahui ada satu tempat di Kutub Utara yang disebut SANTA CLAUS VILLAGE, tempat tinggal resminya Santa Claus versi Finlandia. Banyak versi mengenai asal Santa Claus, seperti umumnya cerita atau legenda di dunia ini.

Maka, suatu hari di bulan Desember, kami serombongan anak kecil, dewasa bahkan lanjut usia, berketetapan hati berangkat menuju ke Kutub Utara mencari Santa Claus…. Melalui perjalanan panjang berpuluh jam, transit di beberapa tempat, akhirnya kami tiba di Helshinki, ibukota negara Finlandia, negara paling utara di Eropa. Dari sini dengan Finnair kami menuju ke Rovaniami, sebuah kota kecil tepatnya di Artic Circle 66o 33’ 07”.
Saya ingin meminjam istilah popular “not only the destination, but also the journey” (ma’af kalau salah kutip), karena walaupun perjalanan panjang yang tentu saja melelahkan, tapi saya perhatikan yang paling menikmati perjalanan ini justru anak-anak, belum tiba di tujuan saja mereka sudah bersuka ria , saling mencari walaupun baru kenal, bermain , bercanda dan tertawa, sehingga membuat kita yang melihatnyapun ikut bergembira. Hati yang hangat di tengah cuaca yang dingin tambah bergairah karena suasana Natal dan tulisan MERRY CHRISTMAS yang menyambut kami di bandara Rovaniami. Sampai juga kami akhirnya…..

Begitu keluar dari Bandara, pemandangan menakjubkan sudah menanti. Semua serba putih karena bangunan, mobil, pohon, penunjuk jalan semuanya kecuali jalanan diselimuti salju tebal, sementara butiran es masih turun satu- satu. Wow fantastic…. Tapi kami harus buru-buru ke Santa Claus Village karena hari sudah sore. Sepanjang jalan…. kami menikmati pemandangan yang sangat indah, hujan salju yang rintik-rintik menyertai kami dengan khayalan masing-masing.
Kota kecil ini sudah mulai dihuni sejak abad ke 12 sebagai tempat persinggahan penebang kayu. Sedangkan Santa Claus Village sendiri dibuka untuk umum pada Musim Panas 1985. Tempat ini ramai dikunjungi turis sepanjang tahun, betapa tidak, di musim semi salju masih bertebaran dimana-mana, di musim panas malamnya terang benderang, di musim gugur alamnya beraneka warna, dan di musim dingin seperti sekarang malampun terang gemerlapan . Tetapi yang paling ramai tentunya di hari Natal karena maknanya sebagai Kampung Santa Claus.

SANTA CLAUS VILLAGE

Kami tiba di Santa Claus Village ketika malam menjelang, bukannya gelap, malah sebaliknya terang gemerlapan karena lampu-lampu yang dipasang di Pohon Natal, Rusa Kutub, Manusia Salju dengan ukuran sangat besar , dan tempat-tempat yang bisa dipasang. Saya merasa seperti “Alice in Wonderland”, terpaku kagum dengan pesona suasana sekitar…… Seumur-umur baru kali inilah mengalami White Christmas yang nyata seperti ini. Thanks God ….. Anak-anak langsung berlari berhamburan diikuti yang dewasa . Jatuh …bangun , saling melempar bola salju sambil terus tertawa…..

PERANGKO PRIBADI dan SERTIFIKAT

Santa Claus Village mempunyai Kantor Pos sendiri yang bertugas menerima dan menjawab surat yang dikirimkan oleh anak-anak se dunia kepada Santa Claus. Yang unik adalah kita dapat membuat perangko dengan foto diri kita sendiri memakai topi Santa Claus. Perangko ini berlaku layaknya perangko biasa dan dapat dikirimkan ke seluruh dunia. Bayangkan ekspresi keheranan orang yang menerima surat dengan perangko berwajah orang yang dikenalnya….. dan kami melakukan itu.
Tibalah sa’at yang dinanti-nanti, anak-anak berbaris dengan tertib untuk bertemu dengan idolanya, siapa lagi kalau bukan Santa Claus…. Satu persatu nama mereka dipanggil, berbicara sebentar lalu foto bersama. Sebagai kenang-kenangan, kami diberi selembar sertitikat dengan nama dan tanggal hari itu yang menyatakan bahwa kami sudah datang ke Santa Claus Village.

Hotel kami adalah sebuah hotel yang besar tapi kuno, pintu liftnyapun masih terbuat dari kayu dan dibuka dengan tangan, kadang-kadang berhenti ditengah jalan. Karena hotel tua, maka letaknya di pusat kota yang ramai, apalagi malam ini ‘kan malam Natal, banyak orang yang merayakannya di hotel, termasuk kami, habis mau kemana lagi….
Kalau dipikir, sebenarnya sejak kami berangkat dari Jakarta hingga tiba disini, terus saja beraktifitas… sudah tidak tahu lagi soal waktu tidur, bangun, makan pagi, siang, malam sudah kacau…. Sampai jetlag pun tidak terasa . Apalagi anak-anak “gak ada capeknya”, disini mereka bertemu lagi dengan Santa Claus dari pihak Hotel.
Ruangan berdekorasi khas Natal dengan dominasi warna merah dan hijau sudah dipenuhi dengan tamu yang berpakaian rapih dan wangi, entahlah dengan kami. Makanan dan minuman pun terlihat cantik, tapi soal rasa…. he he he … tergantung selera. Resto ini terletak di lantai dasar yang bersisian dengan jalan raya, dikelilingi oleh jendela kaca yang lebar. Sementara duduk, saya melihat pemandangan indah seperti yang biasa ada di Kartu Natal, tapi ini bukan , karena dalam lukisan kaca berbingkai ini orang-orang itu bisa bergerak dan berjalan….

PADANG SALJU, ANJING HUSKY, RUSA KUTUB

Pagi ini kami sudah bersiap dengan pakaian lengkap yang semuanya tertutup rapat, ditambah kaca mata, topi, sepatu bot, sarung tangan yang dipinjamkan oleh pihak penyelenggara tour ini.
Saking rapatnya, kamipun tidak bisa lagi mengenali satu sama lain, kecuali dari suaranya. Tapi lama-lama tahu juga, ‘kan warna bajunya beda-beda. Perjalanan kali ini ke HUSKY DOG FARM melewati padang salju selama sekitar satu jam dalam cuaca -27 o. Wuih, lebih dingin dari kulkas.
Rombonganpun dibagi : orang tua, anak-anak dan ibunya “ diangkut” dengan kereta terbuka yang dikemudikan oleh seorang sopir, nah saya termasuk dalam rombongan ini. He he he… Pria dewasa yang bisa naik motor lebih memilih untuk mengendarai “motor salju” sendiri secara berombongan pula… Jadilah kami kafilah seperti cerita “Little House on the Prairi’ tapi di padang salju.

Mungkin karena khawatir, sopirnya sebentar-sebentar berhenti dan menanyakan : Apakah kami baik-baik saja? Memang baik, sih…. Tapi cairan di hidung terus meleleh sampai sarung tanganpun jadi basah karena nya. Sepanjang jalan, kami hanya melihat warna putih….. karena semuanya tertutup salju yang tebal. Suasana sunyi sekali, tidak terlihat yang lain, karena manusia dan hewanpun enggan keluar. Untung kami ramai-ramai, kalau sendirian, malam hari lagi…. Oh…

Akhirnya kami tiba di Husky Dog Farm, ditampung di gubuk berbentuk kerucut yang tidak luas , tapi herannya bisa menampung banyak orang. Kami semua saling “mengakrabkan” diri dan merapat ke perapian ditengah ruang sambil minum strawberry tea yang hangat. Setelah tubuh normal kembali, kamipun mulai menuju ke arena dimana anjing husky sudah siap menanti dengan hebohnya. Mereka bertugas menghela kereta kecil dengan penumpangnya berkeliling arena. Satu pengalaman yang langka dan susah ditemui di tempat lain.
Bus pariwisata ternyata sudah menanti kami, setelah berdingin-dingin, kini kami bisa kembali menikmati kehangatan di dalam bus. Dalam perjalanan pulang ke hotel, kami mampir ke Peternakan Rusa Kutub, hewan yang menghela kereta Santa Claus pada gambar Kartu Natal.

Setiap kali Natal menjelang, kenangan itu kembali datang…. membawa kehangatan dan kegembiraan. Merry Christmas & Happy New Year….