CINTA BERSEMI DI ST. ANDREWS – SKOTLANDIA

Berita yang sudah lama dinanti akhirnya muncul juga. Hampir semua media massa memuat berita pertunangan dari Pangeran yang paling menarik perhatian dunia di dekade ini, siapa lagi kalau bukan Pangeran William dari Inggris. Foto pertunangan resmi menampilkan sang pangeran tampan dengan tunangannya yang cantik Kate Middleton memperlihatkan cincin pertunangan legendaris warisan dari mendiang Putri Diana yang fenomenal: cincin bermata safir biru dikelilingi permata berlian. Sungguh pasangan yang serasi…. Tapi yang paling menarik bagi saya adalah keterangan yang menyebutkan bahwa mereka bertemu dan berpacaran di Universitas St. Andrews, sebuah kota kecil di Skotlandia.

Sebelumnya St. Andrews walaupun kota kecil tetapi sudah sangat terkenal di kalangan tertentu, karena disinilah terletak Universitas yang berbahasa Inggris ketiga tertua di dunia setelah Oxford dan Camridge yaitu Universitas St. Andrews dimana pasangan ini berkuliah. Dan Old Course, Club Golf tertua di dunia dengan lapangan golf alami. Dua-duanya masih eksis, alias masih digunakan dan terawat baik serta masih sangat bergengsi….

SEJARAH KOTA ST.ANDREWS

Nama St.Andrews atau Santo Andreas (dalam bahasa Indonesia) diambil dari nama salah satu dari 12 murid Yesus Kristus. Beliau sebelumnya adalah seorang nelayan dari Danau Galilea di Israel. Santo Andreas dieksekusi mati dengan salib berbentuk diagonal ( X ) yang sangat terkenal itu oleh Kerajaan Romawi di masa awal penyebaran Agama Kristen di Eropa. St. Andrews adalah santo (orang suci) pelindung Skotlandia, Yunani dan Rusia. Hal ini dapat dilihat dari bendera nasional Skotlandia bergambar salib diagonal putih dengan dasar biru sebagai simbol langit. Untuk menghormatinya, setiap tanggal 30 November ditetapkan sebagai Hari Peringatan St. Andrews hingga sekarang. Uniknya malam menjelang hari peringatan adalah kesempatan bagi gadi-gadis untuk meminta jodoh dengan cara-cara yang unik pula.

ST. ANDREWS adalah sebuah kota kecil di timur Skotlandia tepatnya di utara kota Edinburgh. Kota ini dapat dicapai dengan kereta api sekitar satu jam dari Edinburgh yang merupakan ibukota Skotlandia. Tiba di Stasiun St. Andrews telah menanti bus dengan berbagai tempat tujuan, kami memilih ke pusat kota, dan tiket kereta api tadi dapat pula digunakan untuk menumpang bus tanpa harus membayar lagi. Begitu pula sebaliknya. Memang harus diakui bahwa transportasi umum di Kerajaan Inggris sudah sangat efisien, sehingga mudah ke mana-mana asal rajin cari informasi saja. Pantaslah mereka menyandang nama sebagai negara yang memiliki jaringan kereta api yang tertua dan terluas di dunia. Sebuah negara yang tua tapi juga modern. Di Ingris raya , hampir setiap stasiun kereta api maupun bus, memiliki Information Centre yang menyediakan buku petunjuk dan peta dalam jumlah yang banyak serta gratis. Sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami kota tujuan serta apa yang pantas dilihat dan cara kesana.

OLD COURSE – GOLF CLUB

Dari terminal bus kami berjalan kaki ke pusat kota hanya memakan waktu 10 menit. Sebuah gerbang kota yang sangat kuno menyambut kami, demikian pula dengan jalanannya yang masih terbuat dari batu, Saya langsung berimaginasi, seandainya orang-orang yang berlalu lalang disini diberi jubah cokelat dan berambut poni, pasti suasananya akan persis sama di jamannya Robin Hood Sang Pencuri Budiman yang terkenal itu. . Seketika saya sepertinya dilemparkan oleh mesin waktu ke abad pertengahan.

Sepanjang jalan menuju Old Course,di kiri-kanan jalan saya melihat deretan toko dan café. Sedikit sekali orang yang terlihat, hampir-hampir tidak ada. Apakah mereka lebih nyaman di dalam? Kami menyusuri jalan sambil masuk dan keluar toko, ternyata ada juga orang-orang disini yang kebanyakan turis atau pegolf. Dan disini hampir semua barang yang dijual adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan golf dan aksesorisnya. Mulai dari peralatan golf,baju kaos, kaos kaki, topi, cangkir, pin, foto lapangan golf hingga shortbread (biskuit khas Skotlandia yang juga dijual di Jakarta). Dan semuanya tertera OLD COURSE dengan lambang golfnya. Begitulah bangganya mereka. Memang turis yang kemari kebanyakan pegolf yang tentunya tidak akan melewatkan kesempatan memiliki sesuatu yang ada Old Course sebagai kenang-kenangan.

Skotlandia disebut juga Highlands atau dataran tinggi, maka itu berjalan disini lumayanlah untuk membuat napas ngos-ngosan, semakin keatas semakin banyak hotel dan restoran mewah. Sampai akhirnya mata kami terpaku dengan suatu pemandangan yang indah nian. Didepan kami terhampar lapangan berumput hijau dengan beberapa orang yang sedang bermain . Persis di puncak bukit yang menghadap ke laut luas berwarna biru tua . Ternyata kami sudah tiba di OLD COURSE yang legendaries dan menjadi buah bibir pegold dunia. Tercatat nama-nama beken di dunia golf pernah bermain disini, seperti Jack Niklaus, Nick Faldo dan Tiger Woods. Jack Niklaus bilang : Saya langsung jatuh cinta pertama kali main disini, tidak ada tempat lain yang seperti ini. Tiger Woods berkata : Ini adalah lapangan golf favorit saya di dunia. Memang, selain tua Old Course juga unik karena terjadi secara alami oleh perubahan kontur tanah berabad- abad yang silam.

Kapan sebenarnya permainan Golf dimulai? Menurut catatan tahun 1457 Raja James II pernah membuat larangan bermain golf, karena kaum pria sa’at itu keranjingan bermain golf sehingga melupakan pekerjaan mereka. Tapi hal ini tidak membuat golf sirna, malah berkembang.

Catatan pertama tentang Golf di St. Andrews dibuat pada tahun 1553. Lalu dibentuk Perkumpulan Golf di tahun 1754 untuk mengatur pertandingan berkala. 80 tahun kemudian perkumpulan ini menjadi Royal and Ancient Golf Club yang menetapkan peraturan permainan golf yang berlaku di dunia. Sayang sekali Golf Club ini tidak dibuka untuk umum. Kekecewaan ini dapat sedikit terobati dengan mengunjungi BRITISH GOLF MUSEUM yang terletak disampingnya.

UNIVERSITY OF ST. ANDREWS

St.Andrews walaupun bernama besar, tapi memang kota kecil, karena hanya berpenduduk 18,000 orang (kurang dari satu juta, bandingkan dengan Jakarta). Itupun kalau hari kuliah, karena sepertiga penduduknya adalah mahasiswa yang kebanyakan dari luar. Bayangkan kalau sedang libur seperti sekarang, pantas saja sepi sekali bahkan di pusat kota. . Sangat kontras dengan London yang tidak ada siang ataupun malam, selalu hidup 24 jam

Nah, ditempat inilah Pasangan Kerajaan Inggris itu tinggal dan menuntut ilmu. Pangeran William bergelar Prince William of Wales yang sering dipanggil William Wales . Sedangkan tunangannya Kattie Middleton disebut Fiancee of Prince William of Wales.

Kami melewati kampus universitas yang juga terletak di tengah kota. Bangunan yang tidak kalah kunonya berumur 6 abad. Asramanya juga begitu. Tapi sungguh menakjubkan didalamnya modern dan bersih serta bernuansa putih atau hitam, tidak warna/I seperti orang Asia. Banyak juga terlihat mahasiswa dari Asia, terutama dari negara persemakmuran (bekas jajahan Inggris). Universita ini sangat terkenal, karena selain tertua di Skotlandia, juga bermutu tinggi.

Dalam perjalanan …… akh…. Kami kembali berpapasan dengan serombongan pegolf yang tadi kami lihat bermain di lapangan. Kini mereka berjalan dengan wajah gembira dan terus saja berceloteh dan tertawa riang. Terlihat betapa bahagianya mereka! Mungkin karena mereka sudah mencapai impian para golfer bermain di OLD COURSE. Saya pikir begitu…..

Tanpa terasa hari menjelang sore, kami tidak menyadari bahwa di kota kecil seperti ini kegiatan apapun termasuk toko, tutup pukul 6 sore kecual restoran, walaupun hari masih terang karena baru awal musim gugur.

Kami mencoba masuk kebeberapa restoran yang ada disana untuk makan malam, ternyata semua penuh dan harus reservasi lebih dulu. Kalau mau tunggu mereka selesai makan, terbayang berapa lama harus menunggu. Tahu sendiri kalau orang Bule makan, dikunyah pakai hitungan paling sedikit 30 kali, selesai satu ronde, ngobrol, sambung ronde berikut, Kapan selesainya……??

Akhirnya kami beringsut jalan dan jalan lagi sambil menikmati sisa-sisa pemandangan yang masih bisa dilihat, berat nian rasanya kaki ini melangkah…. Apakah ini berarti “cinta telah bersemi di St. Andrews?”

Iklan

4 Tanggapan to “CINTA BERSEMI DI ST. ANDREWS – SKOTLANDIA”

  1. RIU Says:

    waw menyenangkan bisa melihat bangunan bangunan tua di eropa,..tapi sayang gak ada fotonya di artikel st andrew ini,,,,buat aq yang belum pernah ke luar dr pulau jawa,…liat foto -foto belahan dunia lain aja udah seneng bgtz

    • Ellen Eliawaty Says:

      Oh.. ya. Itu postingan lama memang tidak ada fotonya. Tapi postingan baru lebih banyak foto untuk menyempurnakan cerita sehingga teman2 juga dapat merasakan apa yg saya lihat dan rasakan. TQ.

  2. iskandar Says:

    aiihh cak nyo tuuhh,,,,,, bagus ,,salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: