THE TOURISTS, THE PROFESSOR AND THE BODYGUARD…. (Kosovo 2)

Malam pertama kami kembali ke hotel, terlihat beberapa pria setengah baya duduk di Lobby sembari menonton TV. Tanpa senyum diwajah, semua bermuram durja (ternyata selalu begitu). Konon mereka adalah Pemilik Hotel dan kerabatnya, kami saling menyapa. Mungkinkah mereka terkena Syndrome Masa Lalu? Sedih mengenang kejayaan dulu.

Ketegangan sepanjang hari dan suasana sendu di hotel yang sunyi (rasanya seakan hanya kami berdua saja tamu disana), membuat suasana hati semakin tak nyaman. Kamarnya luas lagi, dengan tambahan ruang tamu serta teras. Saya periksa semua pintu berkali-kali dan saya dorong meja dan kursi serta koper untuk mengganjalnya, khawatir tengah malam ada yang menyelinap ke kamar kami seperti yang ada di film. Terngiang kembali komentar orang yang semuanya meragukan keamanan negeri ini karena belum lama usai perang. Partner saya hanya senyum-senyum saja melihat kelakuan saya dan terus sibuk dengan lap-topnya. Sepanjang malam itu saya terus berjaga-jaga dan berdoa. Doa yang sangat khusyuk dan tak berkeputusan, sampai akhirnya saya tertidur juga….

Kicauan burung-burung kecil di pagi hari membangunkan saya dari tidur yang nyaman. Saya membuka jendela dan menghirup udara segar sambil memandang langit Pristina yang cerah, langit yang sama dimanapun juga di dunia. Terima kasih Tuhan atas hari yang baru. Selamat Pagi Pristina. Saya sangat bahagia di awal hari ini dan mencurahkannya di FB.

Kegembiraan pagi itu bertambah dengan datangnya Guide kami, akh…sekarang kami tidak sendiri lagi. Ternyata guide kami berteman baik dengan sang pemilik hotel. Kemudian saya dapati bahwa guide kami ini sepertinya mengenal hampir semua orang di Kosovo. Guide kami bernama Zacharia, tapi minta dipanggil Mr. Zaki saja. Seorang Profesor yang menjadi Dosen Pariwisata. Putrinya, Eleonora adalah pemilik satu-satunya Travel Agent di Kosovo, sudah menyandang gelar MBA tapi kembali belajar Pariwisata dan menjadi mahasiswi sang ayah. Menantunya adalah seorang Pengawal Perdana Menteri yang juga adalah sepupunya Mr. Zaki.

Tidak heran kalau sering terdengar mereka satu sama lain masih kerabat atau teman, karena populasinya memang sedikit. Yang tinggal di Pristina, ibukota negara hanya 800,000 orang dari total populasi Kosovo yang 2 juta.

Hari itu sang menantu libur, jadi dia akan bertindak sebagai sopir kami. Betul-betul bisnis keluarga. Orangnya tegap dan sigap hasil gemblengan negara asing yang terkenal dengan spionasenya. Ketika saya katakan dia mirip sekali dengan Arnold Schwarzenegger, dia tersenyum gembira, wah… tambah mirip deh. Saya memanggilnya Mr. Bodyguard sesuai dengan profesinya. Tim yang hebat! Dan meluncurlah THE TOURISTS, THE PROFESSOR AND THE BODYGUARD menyusuri jalan-jalan Pristina, diiringi lagu The Bodyguardnya mendiang Whitney Houston yang berkumandang dari radio mobil. Lagu ini kembali populer di seluruh dunia setelah kematian sang penyanyi legendaris itu belum lama berselang.

Mr. Zaki adalah seorang saksi sejarah, ikut berjuang membantu rakyat pada masa perang bersama badan sosial Bunda Theresa. Dia kehilangan dua orang paman, abang kandung dan banyak sanak saudara. Dia sendiri nyaris tewas kalau saja pada hari itu dia pulang kerumah. Pilu dan bergetar suaranya kala bercerita, demikian pula kami yang mendengar.

Di Kosovo tidak ada Monumen Khusus Peristiwa Pembantaian seperti di Kamboja (The Killing Field). Disini musuh mengumpulkan laki-laki desa lalu dibawa ke hutan, ditembak dan dikubur massal disana. Dalam perjalanan ke luar kota, kadang kala kami melihat kuburan atau papan nama yang menyatakan bahwa di tempat itu pernah terjadi pembantaian. Untuk mengenang jasa para pahlawan, mereka mendirikan patung dan monumen peringatan di pusat kota. Masih ada bunga segar yang diletakkan disana….

Akibat banyak yang terbunuh di masa perang, maka kini dimana-mana kebanyakan yang terlihat adalah bayi, anak kecil, remaja serta orang muda. Jelas mereka adalah produk sesudah merdeka atau masih kanak-kanak ketika perang terjadi. Sehingga Kosovo terkenal sebagai negara dengan populasi terbesar usia 35 tahun kebawah.

Hingga saát ini Kosovo masih dibantu dan dilindungi oleh NATO dan Uni Eropa. Kehidupan berjalan normal persis dengan negara Eropa lainnya. Jalan-jalan baru dibangun diatas jalan lama yang hancur oleh mobil perang, demikian pula dengan jalan tolnya yang tanpa bayar tapi rapih dan lancar sampai ke luar kota. Tak terlihat bahwa mereka baru usai perang. Sungguh Ironis membandingkan Tol mereka dengan JORR di Jakarta Barat. JORR terlihat darurat dan seakan belum selesai, jalanannya sempit dengan tikungan yang “menekuk” sangat berbahaya bagi yang belum terbiasa. Jadi malu dibanding dengan negara bayi…..

Satu-satunya tanda bahwa mereka baru saja usai perang adalah pengumuman di pintu mal, tanda LARANGAN dengan gambar PISTOL. Tidak pernah ada di tempat lain, hanya di Kosovo.

Suatu kali di Frizen (kota wisata) seorang bocah mendekati kami meminta uang, dengan galaknya guide kami menepis tangan bocah tersebut sambil bilang :”Minggir kamu! Di Kosovo tidak ada pengemis!” ternyata pengemis itu berasal dari Macedonia negara tetangga dibalik gunung. Dan memang tidak ada pengemis di Kosovo, tidak pula ada kemiskinan, walaupun angka pengangguran tinggi (40%). Banyak keluarga mendapat bantuan dari kerabatnya yang di luar negeri, tidak sedikit pula yang kaya raya. Mereka pulalah yang membangun tanah air tercinta. Restoran dan Hotel Standard International dibangun, taxi Mercedes tersedia di hotel mewah, London Cab pun ada. Pariwisata digalakkan, semua sektor ekonomi dikembangkan. Sebuah negara yang sedang bertumbuh…. Kosovo kaya dengan aneka tambang di gunung-gunung, itulah yang dulu diincar musuh.

Bagi Mr. Zaki, kami adalah tamu Indonesianya yang pertama. Selama ini tamunya yang dari Asia adalah Jepang yang kebanyakan Lanjut Usia bahkan ada yang 92 tahun. Mereka selalu minta yang termewah. Walaupun hanya 20 orang tapi maunya bus besar dan hotel mewah. Yah wajarlah, ‘kan tinggal menghitung hari…. kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ragu-ragu dia bertanya: “tapi kalian berdua beda yah… berperawakan tinggi.” Dalam hati saya ketawa geli, habis dibandingkan dengan orang Jepang yang sudah tua pula, tentu beda. Saya katakan bahwa “normalnya”orang Asia tidak setinggi orang Eropa, wah dengan kata lain kami “tidak normal” dong… ha ha ha …..

Kosovo adalah negara yang sarat dengan sejarah dan budaya yang sudah berusia 7,000 tahun. Banyak Gereja dan Mesjid yang berabad umurnya, bahkan situs purbakala. 94% penduduknya adalah Muslim dengan gaya hidup model Turki, karena Turki pernah disana dijaman kejayaan OTTOMAN. Kebudayaan Turki masih kental terlihat di Frizen, 2 jam perjalanan dari Pristina.

Untuk mengenang dua orang yang berjasa besar terhadap Kosovo, maka dua jalan raya terbesar di pusat kota Pristina dinamakan BUNDA THERESA Boulevard dan BILL CLINTON Avenue.

Dunia mengenal Bunda Theresa, dan beliau adalah orang Kosovo yang lahir di Skopye – Macedonia. Tempat beliau mendapat ilham bernama Gereja Black Madonna yang kini ramai dikunjungi turis. Disini terdapat patung Bunda Maria dengan Bayi Yesus berkulit hitam yang hanya ada 5 di dunia.

Sedangkan Bill Clinton sangat dihormati bagaikan dewa, karena telah berjasa menyelamatkan hidup bangsa Kosovo dari kepunahan. Ketika mereka terkepung musuh dan tak berdaya, berkurung dirumah menunggu kematian, Bill Clinton yang saát itu menjabat Presiden Amerika memerintahkan NATO untuk menghancurkan Serbia, sehingga terselamatlah Kosovo. Berdekatan dengan Universitas Kosovo berdirilah patung Bill Clinton dengan gagahnya sambil mengacungkan tangan.

Masih di jalan yang sama terdapat Resto China yang ramai dikunjungi orang-orang asing. Kokinya asli dari China dan masakannya enak. Pemiliknya adalah orang Kosovo yang merangkap jadi pelayan. Dia adalah kolektor uang asing. Ketika kami memberikan Rp 20,000, woww.. matanya melotot! Ha?

Malam terakhir kami iseng jalan-jalan, waktu itu sekitar pukul 9. Satu dua orang terlihat di jalan, sesekali mobil melintas. Toko-toko tutup, hanya resto dan supermarket yang masih buka. Semestinya Mal masih buka hingga pukul 12 malam seperti tercantum di pengumuman. Angin malam di bulan Maret masih menyisakan rasa dingin yang menusuk tulang.

Kami mampir ke Supermarket cukup besar yang masih ramai yang buka hingga pukul 11 malam. Semua barang lengkap disini. Sosisnya besar dan melingkar. Dan yang menakjubkan adalah kami menemukan MIE INSTANT dari Indonesia yang sering kita jumpai di warung. Disini diletakkan di bak terbuka di tengah ruangan, sepertinya sedang promosi. Boleh bangga dengan Mie Instant Indonesia ini, kami juga pernah menjumpainya di Maldives dan beberapa negara lain yang tidak populer.

Sambil berjalan santai, saya memandang ke langit dengan bulan dan bintang yang gemerlapan, tak bedanya dengan langit dimanapun juga. Perasaan senang menyelinap perlahan, saya sadari sudah lama tidak menikmati suasana malam, yang tidak pernah saya lakukan lagi di tempat tinggal saya yang sekarang. Siapa berani? Terngiang kembali perkataan Mr. Zaki berkali-kali : ”KOSOVO adalah Negara TERAMAN di dunia saát ini”.

Iklan

2 Tanggapan to “THE TOURISTS, THE PROFESSOR AND THE BODYGUARD…. (Kosovo 2)”

  1. wiko williams Says:

    wah akhirnya ketemu juga yang udah punya pengalaman ke kosovo..:)

    salam kenal mbak, saya Wiko…saya minta pencerahannya, saya berencana ke kosovo september tahun ini, kalau tujuannya untuk kerja bagaimana ya mbak?

    terimakasih..:)

    • Ellen Eliawaty Says:

      Salam kenal juga Wiko,
      Kalau sebagai turis, yah… saya bisa kasih komentar, tapi untuk kerja, maáf … saya tidak bisa menjawabnya karena saya disana tidak lama. Sorry tidak bisa membantu. Terima kasih sudah mampir. Sampai ketemu lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: